Renungan Khusus - Peringatan Kenaikan Yesus ke Sorga

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Khusus - Peringatan Kenaikan Yesus ke Sorga
Kamis, 30 Mei 2019

Yesus Ditinggikan

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Ilmu pengetahuan modern memastikan bahwa bumi memiliki gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya. Dalam keyakinan Kristiani, Yesus Kristus melampaui dan mengatasi gaya gravitasi sejagad. Dengan kenaikan-Nya ke sorga, Yesus “mengoyak hukum gravitasi”. Karena Yesus adalah Gravitator sejati yang berkuasa merajai alam semesta dan segenap makhluk. Yesus memiliki kuasa melebihi magnet alam sehingga siapa dan apapun di alam raya ini dapat ditarik, tertarik, dan takluk pada-Nya. Kekuatan “gravitasi—Nya” terletak pada Sabda dan belas-kasih-Nya serta kuasa kebangkitan-Nya atas maut.
Saudara-saudari, ibadah peringatan dan perayaan Kristiani terkait kenaikan Yesus ke sorga, kelihatannya acap “terlewatkan” begitu saja. Oleh karena itu, mari kita cari cara bagaimana kita memaknainya secara baru agar pesan-pesan terakhir dari Yesus - sesaat sebelum kenaikan-Nya ke sorga - memberi inspirasi serta motivasi baru bagi kita dalam melakukan tri-tugas panggilan gereja (koinonia, marturia, dan diakonia) secara relevan di sepanjang zaman.
Dengan cara-Nya, Allah di dalam diri Yesus ‘turun dari sorga’, menjadi manusia, memberitakan Injil, mengajar, melayani, disalibkan, mati, dan bangkit dari maut, kemudian naik ke sorga. Cerita kenaikan Yesus ke sorga (Luk. 24:51; Kis. 1:3-11; Mrk. 16:19) kiranya dapat dipahami sebagai: (a) ‘Semacam perpisahan’ fisikal saja yang menandai berakhirnya hubungan tertentu antara Kristus dengan para murid-Nya, dan berlangsung hingga kedatangan-Nya kelak; (b) Pengangkatan-Nya ke ketinggian serta pemberian nama di atas segala nama hendak melambangkan pemuliaan yang sekaligus menegaskan ke-mahakuasaan-Nya dan kehadiran-Nya yang tak terbatas atas segenap alam semesta (Flp 2:9-11); (c) Naik takhta dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa di sorga untuk menunggu segenap musuh takluk (Ef. 1:20; Kol. 3:1); (d) Cara-Nya yang dinamis dan tanpa batas agar melalui kehadiran Roh Kudus memberi kuasa kepada orang percaya untuk memberitakan Injil dan menyertai orang beriman di sepanjang dan di segala masa bahkan sampai akhir segenap zaman.
Tujuan kenaikan Yesus ke sorga, antara lain, adalah untuk: (a) Menyediakan tempat bagi orang percaya kepada-Nya (bnd. Yoh. 14:2). Tempat itu dinamai sorga yang berada di atas segala-galanya; (b) Menyatakan bahwa karya penebusan-Nya telah genap dan sempurna; termasuk pengorbanan-Nya sebagai Imam Agung yang mempersembahkan korban pengampunan dosa sekali dan untuk selamanya (Ibr. 10:11-14); (c) Menjadi Pengantara dan Pembela agung bagi umat yang percaya kepada-Nya (1 Tim. 2:5; Ibr. 8:6; 9:14-15; Rom 8:34; Ibr. 7:25); (d) Menanti musuh-musuh-Nya untuk takluk total di bawah kerajaan-Nya (1 Kor. 15:24-26; Mzm. 110:1).
Saudara-saudari, Alkitab mencatat bahwa setelah Yesus naik ke sorga, maka para murid sangat bersuka-cita (Luk. 24:52). Kemudian mereka bertekun dengan sehati dalam doa bersama sejumlah perempuan serta Maria, ibu Yesus. Selanjutnya para murid mengadakan rapat pemilihan dan kemudian Matias terpilih untuk menggantikan Yudas Iskariot (Kis. 1:14). Selanjutnya mereka menanti pencurahan Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus dan telah digenapi pada hari Pentakosta, yaitu hari ke-50 (40 hari sejak kebangkitan-Nya, Yesus naik ke sorga; dan 10 hari setelah kenaikan-Nya ke sorga), dan Roh Kudus pun dicurahkan kepada para murid dan orang beriman.
Saudara-saudari, kenaikan Yesus ke sorga telah membuka suatu zaman baru bagi Gereja, yaitu zaman Roh Kudus yang diutus oleh Allah Bapa dan Anak. Marilah menjadikan pesan terakhir Yesus menjadi bagian perhatian (concern) pokok, yaitu: (a) Menjadi saksi-Nya untuk memberitakan Injil kepada segenap makhluk sampai ke ujung bumi, semampu dan sekuat kita; (b) Mengajar umat melakukan perintah-Nya serta membaptis ke dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus; (c) Menjadikan semua bangsa murid-Nya; (c) Memberitakan pengampunan dosa dan hidup kekal di dalam nama-Nya (Kis. 1:8; Mrk. 16:15-16; Mat. 28:18-20; Luk. 24:47-49). Salam. *AAZS*

wajah web201903

Login Form