Marilah Menghayati ‘Doa Paling Agung’!


HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu Rogate, 26 Mei 2019

Marilah Menghayati ‘Doa Paling Agung’!
(Lukas 11:1-13; Mat. 6:9-13)
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Minggu Rogate yaitu minggu yang mengajak kita agar senantiasa berdoa serta memastikan betapa pentingnya doa sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam ibadah dan kehidupan orang beriman sehari-hari dalam merawat komunikasi dengan Allah. Doa adalah suatu percakapan atau dialog antara kita sebagai anak dengan Allah sebagai Bapa sorgawi karena Yesus dan Roh Kudus. Doa turut mempersiapkan umat menerima dan menyukuri karya besar Allah dan peristiwa-peristiwa besar yang tidak selalu bersesuaian dengan akal sehat (logika) karena doa terkait nilai spiritual bahkan adikodarati. Dan karena itu, doa adalah suatu ketaatan total kepada TUHAN. Dan marilah menggenapkan doa-doa kita dengan dan di dalam doa agung yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya: “Bapa kami yang di sorga ........” (Mat. 6:9-13; Lukas 11:1-3). Sekadar info bahwa dalam rangkaian ibadah, Gereja Protestantisme lebih memilih doa yang diajarkan Yesus versi Matius; dan Katolisisme lebih memilih doa versi Lukas).
Saudara-saudari, secara khusus, marilah kita sejenak menggumuli dan menghayati-ulang perihal ‘doa paling agung’ yakni ‘Doa yang Diajarkan oleh Yesus’ kepada murid-muridNya dan orang beriman.
Jika jiwaku berdoa: ‘BAPA KAMI’, maka kiranya aku tidak lagi hidup hanya untuk diriku sendiri, namun berupaya setiap hari berperi laku sebagai anak-Nya. Jika jiwaku berdoa ‘YANG DI SORGA’, maka kiranya aku mendahulukan dan menyimpan harta sorgawi yang tidak dapat dirusakkan ngengat dan pencuri tidak dapat membongkar dan mencurinya. Jika jiwaku berdoa ‘DIKUDUSKANLAH NAMA-MU’, kiranya aku berusaha hidup dalam kekudusan dengan mengandalkan anugerah-Nya. Jika aku berkata: ‘DATANGLAH KERAJAANMU’, kiranya dengan semampu dan sekuatku berkarya untuk mempercepat peristiwa agung-Mu dan mendahulukan Kerajaan-Mu. Jika jiwaku berdoa ‘JADILAH KEHENDAKMU’, kiranya aku taat dalam Firman-Mu. Jika aku berkata ‘DI BUMI SEPERTI DI SORGA’, kiranya aku melayani-Nya kini dan di sini.
Jika jiwaku berdoa: ‘BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA’, kiranya aku dapat dipercaya dan mau berkata cukup dengan tidak mengambil yang bukan bagianku. Jika jiwaku berdoa: ‘DAN AMPUNILAH KAMI AKAN KESALAHAN KAMI SEPERTI KAMI JUGA MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KAMI’, kiranya aku tidak lagi memelihara dendam dan iri hati terhadap seseorang. Jika jiwaku berdoa: ‘DAN JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN’, kiranya aku tidak lagi bersengaja menempatkan diriku pada lorong-lorong hampa yang penuh goda. Jika jiwaku berdoa: ‘TETAPI LEPASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT’, kiranya aku mengenakan seluruh perlengkapan senjata rohani yaitu Firman Allah.
Jika jiwaku berdoa dan mengaku: ‘KARENA ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN’, kiranya aku tunduk dan setia pada-Nya. Dan jika aku menghubungkan ‘KUASA’ kepada-Nya, kiranya aku lebih takut dan taat kepada Allah daripada kepada manusia. Dan aku menganggap ‘KEMULIAAN’ sebagai berasal dari-Nya dan tidak akan cari hormat untuk diri sendiri serta tidak mencuri kemuliaan Allah. Dan jika jiwaku berdoa: ‘SAMPAI SELAMA-LAMANYA’, kiranya keseharianku tidak lagi terikat oleh dunia fana ini. Dan bila aku berkata: ‘AMEN’, kiranya aku makin yakin bahwa TUHAN mendengar dan mengabulkan doaku sesuai hikmat dan kehendak-Nya, seturut cara dan waktu anugerah-Nya, karena Yesus Kristus.
Ya Alah Bapa sorgawi, ya Yesus Kristus, ya Roh Kudus! Ajarlah kami berdoa, sebab kami tidaklah cakap berdoa dengan benar dan baik seturut kehendak-Mu. TUHAN memberkati dan melindungi HKBP, masyarakat, dan bangsa Indonesia tercinta. Salam dan doa. *AAZS*

wajah web201903

Login Form