Beritakan Injil Ke Segenap Makhluk

 

HKBP Yogyakarta Online,

Renungan Khusus - Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga –

Kamis, 21 Mei 2020

Pesan Akhir Yesus Jadi Fokus Awal Kita:

Beritakan Injil Ke Segenap Makhluk

Saudara/i yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Dalam konteks pandemi virus corona yang belum berakhir dan belum reda ini, dari HKBP Resort Yogyakarta, saya menyapa kembali para pemerhati dan pendengar yang saya hormati. Setelah kita mendapat hikmat dan kesadaran baru melalui dampak pandemi covid-19, kini kita bersama masyarakat dunia sedang mempersiapkan diri hendak memasuki apa yang dinamakan sebagai “tatanan hidup baru” (the new normal life) yang tentu saja meminta supaya kita tetap waspada dan karena itu mari kita mohon agar TUHAN memberi kita ‘anugerah kehati-hatian’ dalam beribadah, bekerja, dan bermasyarakat dalam konteks wabah covid-19 yang belum ditemukan obatnya.

Saudara-saudari, ada 4 peristiwa penting dalam perjalanan Yesus di bumi. Pertama, Natal (Kelahiran) Yesus, di mana Allah dalam Yesus turun ke bumi dan menjadi manusia. Kedua, Wafat Yesus di kayu salib untuk menebus umat berdosa. Ketiga, Paskah (kebangkitan) Kristus yang mengalahkan maut. Keempat, Kenaikan Yesus ke sorga yang disaksikan oleh murid-murid-Nya untuk membuktikan bahwa Yesus adalah TUHAN. Maksud Kenaikan Yesus ke sorga yaitu antara lain karena karya penebusan-Nya telah sempurna bagi orang beriman dan bagi dunia ini (Ibr. 10:11-14). Itu makanya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan" bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Flp. 2:9-11);

Saudara/i, secara Liturgi Gerejawi, rangkaian ibadah kita berkait dengan peringatan dan perayaan syukur Kenaikan Yesus Kristus ke sorga (Kenaikan Isa Almasih) yang selalu jatuh pada hari Kamis - yaitu 40 hari setelah Paskah dan 10 hari sebelum Hari Pentakosta. Dengan kenaikan-Nya ke sorga, Tuhan Yesus telah menciptakan suatu gravitasi ilahi yang mengatasi dan melampaui gravitasi bumi. Karena Tuhan Yesus adalah pusat gravitasi, Yesus Gravitator sejati yang berkuasa merajai alam semesta dan segenap makhluk. Yesus memiliki kuasa melebihi magnet alam sehingga siapa dan apapun di alam raya ini dapat ditarik, tertarik, dan takluk pada-Nya. Kekuatan “gravitasi—Nya” terletak pada kuasa yang ada pada diri-Nya sendiri serta Firman yang diucapkan.

Saudara-saudari, dulu, biasanya, bila seseorang hendak berpisah dengan keluarga/kerabatnya dalam waktu yang sangat lama atau bahkan hendak berpisah karena kematian – biasanya kata-kata terakhir yang diucapkan akan menjadi fokus perhatian utama untuk para saksi yang mendengar. Pesan-pesan akhir dari Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya - sesaat sebelum Dia terangkat ke sorga - yaitu Firman-Nya yang berkata: “.... Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Karena itu, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum ...” (Kis. 1:8; Mrk. 16:15-16). Karena itu, marilah senantiasa menjadikan pesan-pesan terakhir dari Yesus menjadi fokus perhatian utama bagi kita orang beriman bersama Gereja dalam melaksanakan misi Yesus di dunia masa kini termasuk dalam konteks wabah covid-19 ini. Dalam melaksanakan perintah misionaris-Nya, mari kita lebih dulu menerima “kuasa” (“dynamis”) yaitu ROH KUDUS yang hendak memampukan kita menjadi saksi-Nya untuk memberitakan Injil ke segenap makhluk sampai ke ujung bumi, semampu dan sekuat kita. Inti dari Injil (Evangelium; Gospel, Kabar Baik; Barita na Uli) adalah peristiwa Yesus yang bangkit dari maut dan menjadi Kabar Gembira yang mendatangkan keselamatan bagi segenap orang yang beriman kepada-Nya, bahkan bagi dunia (Rm 1:16-17; 1 Kor 15). Mari kita pahami dan hayati bahwa tugas memberitakan Injil Yesus Kristus adalah suatu pekerjaan indah dan mulia sebagaimana diserukan oleh nabi Yesaya: “Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik yaitu Injil, yang mengabarkan berita keselamatan dan berkata: "Allahmu itu Raja!" (Yes. 52:7).

Saudara-saudari, alamat pekabaran Injil ditujukan kepada segenap makhluk, bukan hanya kepada manusia, sesuai perintah Yesus. Artinya supaya kita bersama Gereja sepanjang zaman memastikan bahwa tugas Pekabaran Injil hendaknya senantiasa berwawasan lingkungan hidup, bernilai ekologis, turut merawat ekosistem yang meliputi segenap makhluk (Mrk. 16:15), termasuk di dalamnya – kalau bisa kita sebut - “menginjili makhluk yang bernama virus corona” supaya tidak menyusahkan umat, tetapi boleh bersahabat berdampingan dengan manusia! Dalam hal ini mari kita memahami dan menghayati-ulang pesan Yesus yang telah membuka wawasan misioner penginjilan agar kita peduli dan pro lingkungan hidup di planet bumi ini bahkan semesta alam. Supaya kita kemudian, antara lain menyadari dosa-dosa ekologis dan mencari cara-cara yang baru Pekabaran Injil - kendati menggunakan teknologi digital - tetapi wajib hukumnya berwawasan lingkungan hidup. Karena kita tidak bisa hidup dengan makan uang dan teknologi. Tetapi kita dapat hidup damai dan selamat di dalam Allah yang begitu besar cinta-Nya kepada dunia (kosmos) ini dan dalam Yesus Kristus yang peduli pada segenap makhluk. Salam. TUHAN memberkati, melindungi, dan memulihkan kita bersama Gereja dan bangsa Indonesia serta bangsa-bangsa di dunia. Amen. *AAZS*   hkbpjogja.org

x

wajah web201903

Login Form